Sunday, February 24, 2008

Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit : larutan yang dapat menghantarkan listrik. why? soalnya, zat terlarut di dalamnya terurai menjadi ion-ion bebas [hk. Archenius] yang dapat menghantarkan listrik.

Larutan non-elektrolit : larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik karena zat terlarut di dalamnya tidak terurai menjadi ion2 bebas, melainkan menjadi molekul2.

Larutan elektrolit terbagi menjadi dua, yaitu larutan elektrolit kuat dan lemah.
Kuat lemahnya suatu larutan elektrolit dapat diukur dengan derajat ionisasi, atau derajat disosiasi, yaitu jumlah mol zat yang mengion dibagi jumlah mol zat mula-mula.
elektrolit kuat derajat ionisasinya sama dengan satu. elektrolit lemah derajat ionisasinya kurang dari satu (zat yang mengion hanya sebagian)

Senyawa ion adalah senyawa yang terbentuk akibat ikatan ionik yang terjadi antar unsur. senyawa ini dapat menhantarkan listrik bila dilarutkan dalam air. lelehan senyawa ion pun dapat menghantarkan listrik. Senyawa ion yang berwujud padat tidak dapat mengantarkan listrik karena berwujud kristal2 kompak sehingga ion2 nya tidak dapat bergerak bebas, oleh karena itu, agar dapat menghantarkan listrik, senyawa ion yang padat harus dilelehkan terlebih dahulu.

Senyawa kovalen terdiri atas molekul2 yang tidak bermuatan atau netral sehingga tidak dapat menghantarkan listrik. molekul dapat bersifat polar maupun nonpolar. molekul yang bersifat polar dapat menghantarkan listrik bila dilarutkan dalam air, karena terionisasi. kenapa bisa? soalnya, ada gaya tarik menarik antar molekul polar senyawa kovalen polar dengan molekul polar air yang menyebabkan putusnya ikatan2 dalam senyawa kovalen polar. lelehan senyawa kovalen polar tidak bersifat konduktor, tapi larutannya ya.

oia, zat padat yang dapat menghantarkan listrik biasa disebut konduktor, sedangkan yang berwujud cair disebut elektrolit.

oke!!!

[Senin, besok, 25 Februari 2008, ulangan kimia!!! >>> Larutan elektrolit!]
[doakan ya ;]

Harry Potter and The Deathly Hallows

Yes! finally, i've done my harry potter!

beneran deh. nggak pernah saya nyangka bisa menamatkan buku ke-7 harry potter itu, yang jelas2 berjumlah 1000 halaman!
awalnya nggak niat, mau baca buku harry potter. nggak pernah niat malah! saya pikir capek banget baca buku nya yang tebel banget itu, kan udah ada filmnya! jadi, saya nggak pernah beli dan baca buku 1 sampai 6-nya. tapi saya nonton setiap filmnya! keren sih, tapi rasanya terlalu singkat. apalagi, kata temen2 dan saudara2 saya yang sudah baca bukunya, filmnya itu nggak lengkap dan kurang mendetail. well, saya tetap bergeming nggak mau, nggak niat baca buku nya harry potter.

tapi, itu berevolusi [apa sih?] saat mama saya pulang dengan adik saya dan buku harry potter yang ke-tujuh di tangan. ups, saya kaget. buku itu kan tebal, dan lumayan mahal [untuk ukuran buku cerita pelipur lara ;] tapi mama saya malah beli! katanya sih adik saya yang mau. dia bilang niat mau baca. waktu itu sih saya belum ada keinginan baca itu buku.
lama2, saya 'gatel' juga liat itu buku di atas meja. ada dua pembatas yang menandakan, kalau kedua adik saya udah mulai membacanya. saya mulai mikir, apa saya ikutan baca juga ya? hm, saya masih gengsi nih sama diri saya sendiri [sebenernya sih takut, takut nggak mampu baca semua isi buku itu! :]. tapi, pertama saya kasih tanggal. 12-2-2008. itu tanggal dibelinya. lalu, pelan2 saya buka..... tereeeeeettt!!!!! eh, terus keasikan baca.
pertama saya simpen dulu sampai bab 2. saya tandain. saya inget2, 'bab 2'. oke. nanti lagi deh saya mau baca.

dan, setelah semua kejadian syalala lala, saya diem nggak ada gawe di rumah. eh, itu buku lagi2 'ngilikitik' saya. saya jadi inget sendiri, oia, saya kan udah sampai bab ini, yang ini itu loh.... well, saya terusin deh bacanya.

lama2, kok jadi rame banget ya? saya malah udah melampaui batas bacaan adik2 saya. jauh. dan makin jauh! ih, baru kali ini saya ngerasa asik sendiri baca buku tebel kayak gitu. tapi untunglah, saya udah pernah lihat semua filmnya, jadi nggak terlalu bingung waktu baca bukunya yang terakhir. tapi emang bener deh, film nya nggak selengkap bukunya!

terus, terus, terus.... sampai nggak kerasa udah mau selesai. udah, nggak ada harapan buat adik2 saya buat nyalip saya [hhe]. saya inget, waktu harry and friends [tau kan, ms. granger dan mr. weasley] mutusin buat balik ke hogwarts. dan, saya tahu sejak saat itu, kalau itu buku udah hampir sampai ke ajalnya [waduh]. dan terus saya baca, sampai banyak banget yang saya serap [ceila]. dan tiba pada saat terakhirnya, saya terharu sendiri. terharu sama usaha pengarangnya, J.K Rowling [kok bisa ya, nyiptain maha karya sebagus ini?], terharu sama ending ceritanya sendiri, dan tentunya terharu karena itu adalah buku yang terakhir! waduh, saya ini konyol banget ya?? hhe. kalau saya baca yang sebelumnya.... kayaknya udah nggak rame lagi deh, kan udah tau endingnya.... wah.

tapi memang bener, Rowling adalah penulis yang luar biasa! ceritanya teratur, rapi, dan bikin deg2an! bisa banget ngatur plotnya, gitu loh. mulai dari silsilah keluarga harry dan karakter2 lain, latar belakang, tempat, waktu, dan sifat2nya secara terperinci. kalau buku atau film yang lain, baru sampai sekuel yang kedua atau ketiga, udah nggak rame lagi. tapi ini beda! masih aja bikin penasaran sampai yang ke-7! bayangin dong, yang ke-7!

hmm, pokoknya, salute to her!!
and, hopely i can be like her.... ;]

Saturday, February 2, 2008

JACKET-BLAZER!

Alkisah, empat orang wanita seperdelapan baya dari negeri antah berantah sedang menempuh sebuah perjalanan yang panjang. Sampai di tempat yang dituju, mereka malah kebingungan, karena sedari awal mereka memang tidak mempunyai tujuan yang sebenarnya. Lalu salah seorang wanita whose hair is long akhirnya memberi usulan untuk masuk ke dalam sebuah bilik yang hitam-hitam. Mereka melihat-lihat apa saja yang ada di display, dan saling berkomentar lucu dan keren. Salah seorang wanita whose eyes are troubleful kesengsem sama satu jacket-blazer yang memang keren. Ia melihat berapa picis harga yang dipatok oleh sang penjual. wuiii, seratus-dua-puluh-ribu!

[kacau amat ya]

aaaahh...... udahlah!!!
bilang aja : NABUNG....!!!!!!
Hhew.
Pekerjaan Yang Harus Dikerjakan [ya iyalah]

-LKS PKn [malem ini harus selesai]
-LKS PAI [kerjain sekarang juga, mbak yu....]
-LKS Sejarah [okki doki]
-Tugas Kalender Seni Rupa [besok kerjain! nggak ada alasan ya buuu...]
-Ulangan Bahasa Inggris [senin a.k.a lusa]
-Ulangan Matematika : Sistem Persamaan [kerjain soal2nya, non]
-Sinopsis Cerita Ra'yat [kandidat : sabai nan aluih, cindur mata (gmn crtanya ya??)]

SEMANGAT!!!

[asik, hari senin ditraktir di ws! makanya, harus semangat :]

RAMAH-RAMAHAN

Entah ini penting atau tidak, saya tetap akan posting ini [naon deui].

Baru aja saya pulang dari Cihampelas Walk. Saya dan keluarga sempat nongkrong sebentar di Starbucks. Dan kasirnya itu baiiiiiik..... banget! mbak-mbak itu wajahnya ramah, murah senyum, dan kelihatannya menyenangkan. Entah memang benar seperti itu, atau hanya keharusan menjadi seorang cashier di sebuah gerai ternama. tapi saya yakin kok mbak itu benar baik nggak dibuat-buat. however, rasanya wajah mbak itu familiar sekali, dan saya sempat ngobrol dengannya. Dan dari situlah saya tahu, kalau si mbak ini alumni SMA saya, SMA Negeri 3 Bandung! katanya dia sedang kuliah, dan lagi kerja sambilan jadi kasir di Starbucks. wiiih, keren ya! asik juga kuliah sambil kerja! saya juga mau gitu ah.... diem2 saya ngomong dalam hati.
tapi bukan itu yang jadi topik hari ini [ceilaaa, topik]. saya mau nulis tentang keramahan si mbak, dan mbak-mbak lainnya yang bekerja dalam bidang yang sama seperti mbak itu tadi [waduu, saya lupa istilahnya]. ya pokoknya berhubungan dengan masyarakat banyak, konsumen lebih tepatnya!

saya sering ya menjumpai SPG, kasir, atau pegawai toko itu juteknya minta ampun, nggak peduli, dan [aduuuh, ini yang paling mengganggu] suka curiga2 sama pembeli/konsumen. pembeli ke sini, ikut ke sini. pembeli ke sana, ikut ke sana. serasa apa gitu! belanja pun jadi nggak nyaman.
tapi ternyata nggak semua kayak gitu. para pegawai di bank, misalnya. baik satpam [yang menyambut saat masuk pintu bank] maupun teller-nya ramah banget! swear deh, itu pertama kali saya nabung, dan saat itu juga pertama kalinya saya bertemu dengan pelayanan masyarakat yang sangat baik. membantu dan membuat saya nyaman..! wah, saya kira cuma para pegawai di bank di purwakarta saja, ternyata nggak! di cabang bank tersebut di bandung juga ramah! dan baru saja tadi, saya ketemu dengan mbak kasir di starbucks [aduh, nyesel saya nggak tanya namanya] yang sama. sama-sama ramah!

Jujur, saya sangat suka pada customer server yang begitu ramah dan menyenangkan. siapa coba yang nggak? saya yakin semua orang berpendapat sama. enggak ada konsumen yang mau terus2an dikuntit, dicurigai seperti pengutil! ya, mungkin aja mereka2 yang tukang curiga itu nggak terlatih. coba aja lihat para pegawai bank, dan mbak2 di starbucks tadi. mereka pasti melalui sebuah pelatihan dulu kan? ya, itulah bedanya. kelihatan sekali customer servers yang terlatih dengan yang tidak.

well, akhirnya, saya cuma bisa berharap, semoga aja semua custome servers bisa seramah para pegawai bank dan mbak kasir starbucks yang saya temui. kalau seperti itu, pasti konsumen pun akan merasa nyaman, dan betah belanja di tempat anda! hha, tampak seperti promosi.

ok, let's hope together.

Friday, February 1, 2008

SABAI NAN ALUIH

Tersebutlah sebuah negeri di Minangkabau yang bernama Padang Tarok. Di sinilah tinggal seorang raja bernama Raja Babandiang dengan istrinya, Sadun Saribai. Mereka mempunyai dua orang anak, seorang laki-laki dan seorang lagi perempuan. Anak mereka yang perempuan bernama Sabai nan Aluih. Sabah Nan Aluih ini dikenal sebagai seorang gadis yang berparas cantik, rajin, baik hati, murah senyum, pandai menenun dan memasak serta bela diri silat. sedangkan saudara lelakinya bernama Mangkutak Alam, yang terkenal malas. Kerjanya sepanjang hari hanya menyabung ayam. Raja Babandiang sangat menyayangi kedua anaknya, apalagi anak lelakinya, Mangkutak Alam, walaupun kerjanya hanya malas-malasan.

Di sebelah negeri Padang Tarok terdapat sebuah tempat, bernama negeri Kampuang Situjuah. Disana terdapat seorang bangsawan yang kaya raya, gagah, dan angkuh, Raja Nan Panjang. Raja Nan Panjang amat tertarik pada Sabai Nan Aluih. Ia menyampaikan lamaran pada orangtua Sabai Nan Aluih melalui anak buahnya. Tanpa berpikir dua kali, Raja Babandiang langsung menolak lamaran tersebut, karena Raja Nan Panjang adalah orang yang angkuh, sombong, dan menganggap semuanya ada dalam genggamannya.
Raja Nan Panjang akhirnya marah, dan mengajak Raja Babandiang untuk bertarung. Sebagai orang Minang, Raja Babandiang pantang menolak tantangan. Musuh tidak dicari, tetapi pantang menolak tantangan. Maka sepakatlah mereka berdua untuk bertarung di Bukik Padang Panabuan.

Raja Nan Panjang berpikir, bagaimana caranya agar ia memenangkan pertarungan tersebut, entah dengan cara halal atau haram. Pokoknya ia harus menang. Lalu ia berkata pada anak buahnya, " kalian bersembunyilah di balik semak-semak, kalau kalian lihat aku terpojok dan kalah, cepat-cepat tembak si Raja Babandiang itu"
Lalu bertarunglah mereka di Bukik Padang Panabuan. Raja Nan Panjang lama kelamaan kewalahan juga menghadapi Raja Babandiang. Ia terpojok, dan kelihatannya akan kalah. Tiba-tiba muncul anak buah Raja Nan Panjang dari balik semak-semak, dan menembakkan senapan pada Raja Babandiang. Matilah ia di tempat itu.

Ternyata seorang anak gembala menyaksikan kejadian tersebut. Ia segera berlari ke RUmah Gadang, rumah Raja Babandiang, untuk memberitahukan kematian Raja Babandiang pada Sabai Nan Aluih dan ibunya. Alangkah pilunya hati mereka saat itu. Lain halnya dengan Mangkutak Alam. Ia tidak menaruh perhatian sama sekali pada kabar tersebut, karena sedang asyik menyabung ayam.
Sbai Nan Aluih sangat panas hatinya, tidak terima bapaknya diperlakukan seperti itu. Ia segera bergegas menuju ke Bukik Padang Panabuan. Di sana Raja Nan Panjang sekali lagi mengajak Sabah Nan Aluih untuk menemui ibunya, untuk menyampaikan lamarannya. Saat itu juga Sabah Nan Aluih menolak. Ia malah mempertegas kalau ia datang untuk membalas dendam. Tiba-tiba direbutnya senapan dari tangan anak buah Raja Nan Panjang, dan menembak Raja Nan Panjang saat itu juga. Ia tewas di tempat itu. Sabah Nan Aluih lalu pulang ke Rumah Gadang dengan membawa mayat bapaknya. Biar bapaknya tidak ada lagi, hati Sabah Nan Aluih puas. Ia bisa membalas dendam, dan membalikkan harga diri keluarganya lagi. Dengan itulah luka hati akan kehilangan bapaknya jadi berkurang.

diterjemahkan sendiri dari http://www.mail-archive.com/palanta@minang.rantaunet.org/msg13882.html