Saturday, February 2, 2008

RAMAH-RAMAHAN

Entah ini penting atau tidak, saya tetap akan posting ini [naon deui].

Baru aja saya pulang dari Cihampelas Walk. Saya dan keluarga sempat nongkrong sebentar di Starbucks. Dan kasirnya itu baiiiiiik..... banget! mbak-mbak itu wajahnya ramah, murah senyum, dan kelihatannya menyenangkan. Entah memang benar seperti itu, atau hanya keharusan menjadi seorang cashier di sebuah gerai ternama. tapi saya yakin kok mbak itu benar baik nggak dibuat-buat. however, rasanya wajah mbak itu familiar sekali, dan saya sempat ngobrol dengannya. Dan dari situlah saya tahu, kalau si mbak ini alumni SMA saya, SMA Negeri 3 Bandung! katanya dia sedang kuliah, dan lagi kerja sambilan jadi kasir di Starbucks. wiiih, keren ya! asik juga kuliah sambil kerja! saya juga mau gitu ah.... diem2 saya ngomong dalam hati.
tapi bukan itu yang jadi topik hari ini [ceilaaa, topik]. saya mau nulis tentang keramahan si mbak, dan mbak-mbak lainnya yang bekerja dalam bidang yang sama seperti mbak itu tadi [waduu, saya lupa istilahnya]. ya pokoknya berhubungan dengan masyarakat banyak, konsumen lebih tepatnya!

saya sering ya menjumpai SPG, kasir, atau pegawai toko itu juteknya minta ampun, nggak peduli, dan [aduuuh, ini yang paling mengganggu] suka curiga2 sama pembeli/konsumen. pembeli ke sini, ikut ke sini. pembeli ke sana, ikut ke sana. serasa apa gitu! belanja pun jadi nggak nyaman.
tapi ternyata nggak semua kayak gitu. para pegawai di bank, misalnya. baik satpam [yang menyambut saat masuk pintu bank] maupun teller-nya ramah banget! swear deh, itu pertama kali saya nabung, dan saat itu juga pertama kalinya saya bertemu dengan pelayanan masyarakat yang sangat baik. membantu dan membuat saya nyaman..! wah, saya kira cuma para pegawai di bank di purwakarta saja, ternyata nggak! di cabang bank tersebut di bandung juga ramah! dan baru saja tadi, saya ketemu dengan mbak kasir di starbucks [aduh, nyesel saya nggak tanya namanya] yang sama. sama-sama ramah!

Jujur, saya sangat suka pada customer server yang begitu ramah dan menyenangkan. siapa coba yang nggak? saya yakin semua orang berpendapat sama. enggak ada konsumen yang mau terus2an dikuntit, dicurigai seperti pengutil! ya, mungkin aja mereka2 yang tukang curiga itu nggak terlatih. coba aja lihat para pegawai bank, dan mbak2 di starbucks tadi. mereka pasti melalui sebuah pelatihan dulu kan? ya, itulah bedanya. kelihatan sekali customer servers yang terlatih dengan yang tidak.

well, akhirnya, saya cuma bisa berharap, semoga aja semua custome servers bisa seramah para pegawai bank dan mbak kasir starbucks yang saya temui. kalau seperti itu, pasti konsumen pun akan merasa nyaman, dan betah belanja di tempat anda! hha, tampak seperti promosi.

ok, let's hope together.

0 comments: